Cinta

"CINTA yang dibina bukan cinta kosong tapi cinta yang punya pengertian
cinta yang luhur dan hanya dapat dirasakan dengan JIWA yang bersih
yang SENTIASA MENCARI..... ALLAH"

Biarkan waktu berputar seiring waktu berjalan

Biarkan waktu berputar seiring waktu berjalan

Istiqomah

Daisypath Anniversary tickers

AH

Daisypath Anniversary tickers

Daughter

Lilypie Pregnancy tickers

BF

Lilypie Breastfeeding tickers

Wednesday, 8 June 2011

oh...where are you???

Hampa - Ari Lasso

Kupejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah tentang dirimu
Tentang mimpiku

Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa

Tuhan tolonglah diriku
Entah dimana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu

Apakah disana kau rindukan aku
Seperti diriku yang selalu merindukanmu
Selalu merindukanmu

Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati menjadi berarti
Namun kini kau menghilang
Bagaikan ditelan bumi
Tak pernah kah kau sadar
Arti cintamu untukku

Wednesday, 1 June 2011

Selamat Hari Lahir Ayah & Bukan Tidak Tega, tapi Terlalu Cinta.

Assalamualaikum WBT
Pada tanggal 1 June 2011 ini ana ada ucapan istimewa untuk ayahanda ana tercinta.

Ucapan khas buat ayahanda ku tercinta,  Mohd Fedzir bin Baharom dengan ucapan Selamat Hari Lahir yang ke – 50 tahun.

Semoga Allah memberkati dan merahmatimu, memberi kesihatan yang baik, iman yang mantap dan menjagamu, seperti mana ayah dan mama menjaga kami, anak2 gadismu.  insyAllah...aminnn...

Ayah....
masih ingatkah ketika Tira suap makan mama dan ayah masa konvokesyen Atin, Tira tersangat lapar dek kerana tidak mengambil sarapan pagi.  Namun, perut yang kosong ini terisi kenyang melihat dan dapat menyuap ayah dan mama ketika masih sihat lagi, sesungguhnya Tira tak nak saat itu berakhir.  Seumur hidup Tira, itu adalah saat yang Tira tidak pernah akan lupa, ayah mama harta yang paling berharga, maafkan salah silap Tira, terguris hatimu, tertinggi nada kata, terkasar bahasa sehingga menyinggung perasaanmu, Tira tidak akan berhenti mencapai dan mencuba sedaya upaya menjadi anak yang solehah untuk mu.


Kepada anak2 gadis Mohd Fedzir/ kakak-kakak dan adikkku, hayatilah kisah ini..sematkan dalam hati dan sanubari kalian untuk penyediaan masa kelak.  Renungkanlah saudariku......

BUKAN TIDAK TEGA, TAPI TERLALU CINTA.

Beratnya untuk melepaskan dia pergi.  Selama ini, tangan ini yang membelainya.  Selama ini, hati ini yang selalu bimbangkannya.  Sejak suara tangisnya yang pertama, sejak ku laungkan azan ditelinganya, aku begitu mengasihinya.  Ya, dia adalah permata hatiku.  Namun, dia bukan selamanya milikku.....

Rumah ini, cuma persinggahan dalam perjalanannya menuju kedewasaan.  Dan kini sudah hampir masanya kau pamit.  Walau dihatiku tercalar sedikit rasa pahit, tapi siapalah aku yang boleh menahan perjalanan waktu?  Siapakah aku untuk menahan realiti kedewasaan?  Maafkan aku wahai anak.....bukan aku tidak tega, tetapi kerana terlalu cinta.

Hatiku tertanya-tanya, apakah ada insan lain yang boleh menjaganya sepenuh hati.  Sejak bertatih, aku melihat jatuh bangunnya tanpa rasa letih.  Siapakah yang membalut luka hatinya dalam kembara itu nanti? Aku jauh.........bila segalanya bertukar tangan, amanah akan diserahkan.  Aku tahu saat itu aku mesti mula melepaskan.  Itu satu hakikat.

Cinta seorang ayah bukan bererti mengikat....
Tetapi melepaskan, membebaskan.  Kau umpama anak burung yang telah bersayap, telah mampu terbang membelah awan, meninggalkan sarang.  Apakah aku terlalu dungu untuk terus membelenggu?

Puteriku.....
Kau terpaksa ku lepaskan....
Apakah si dia mampu menyayanginya SEPERTI AKU? Ah, mengapa rasa curiga ini datang bertandang.  Bukankah segalanya telah diputuskan sejak dia membisikkan bahawa hatinya telah diserahkan kepada ‘si dia’ – lelaki pilihannya?  Bukankah segala perbincangan musim lalu telah terungkai dan keputusannya telah dimeterai?

Namun, HATI AYAH....HATI ABAH...pasti ada gundah.  Sudah pasrah, tapi diguris goyah.  Bolak-balik hati ini wahai anak...terlau laju untuk dipaku.

Tepatkah pilihanmu?  Tepatkah keputusanku? Namun siapakah kita yang boleh membaca masa depan? Layakkah kita  mengukur kesudahan di batas permulaan?

Sangka baik jadi penawar.  Kau anak yang baik, insyAllah pilihanmu juga baik.  Tuhan tidak mengecewakanmu.  Jodohmu telah ditentukan.  Dan ketentuan Allah pasti ada kebaikan!

Kekadang, AKU DISERBU SERIBU PERTANYAAN.
APAKAH AKU MASIH DIHATINYA SETELAH DIA BERSUAMI NANTI?
ATAU AKU HANYA AKAN MENJADI TUGU KENANGAN YANG DIJENGAH SEKALI-SEKALA?
Bukan, bukan aku membangkit, jauh sekali mengungkit...upayaku mendidikmu bukan suatu jasa.  Itu hanya amanah.

Namun, ketika USIA MENJANGKAU SENJA, aku pasti semakin SEPI...... aku akan mengulang-ulang kisah lama yang penuh nostalgia.  Diulit oleh kenangan indah musin lalu, ketika dia begitu manja di sisi.  AKU INGIN MENDENGAR lagi suaranya yang dulu-dulu, mengadu tentang ini dan itu.  Bercerita dan berkisah dengan lidahmu yang petah dan lagak yang penuh keletah.

Pergilah.  Aku rela.  Allah bersamamu.

Doaku mengiringi setiap langkah di alam rumah tanggamu nanti.  Moga si dia akan menjaganya seperti aku menjaga ibunya, umminya.  Aku akan bersangka baik.  Justeru, Allah itu menurut sangkaan hamba-hambaNYA.  Aku bersangka baik, insyAllah dia dan aku akan mendapat yang terbaik.   Disitu, noktah keBIMBANGAN HATI SEORANG AYAH.  SEORANG ABAH..!!!  - Ustaz Pahrol Mohamad Juoi